tampang-dosen-uim-yang-meludahi-kasir-swalayan-di-makassar-1766726563500_169
Viral! Tak Terima Ditegur Potong Antrean, Oknum Dosen UIM di Makassar Ludahi Kasir Swalayan

MAKASSAR – Perilaku tidak terpuji yang dipertontonkan oleh seorang oknum akademisi kembali mencoreng dunia pendidikan. Sebuah video rekaman CCTV mendadak viral di media sosial, memperlihatkan aksi arogan seorang pria yang diduga kuat merupakan dosen di Universitas Islam Makassar (UIM).

Dalam video tersebut, pria itu terlihat bersitegang dengan seorang kasir wanita di sebuah swalayan (minimarket), sebelum akhirnya melakukan tindakan menjijikkan: meludah ke arah petugas tersebut.

Kronologi: Bermula dari Serobot Antrean

Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman video yang beredar luas, insiden bermula saat pelaku hendak membayar barang belanjaannya. Namun, alih-alih mengantre dengan tertib di belakang pelanggan lain, ia nekat memotong antrean (cutting line).

Kasir yang bertugas, sesuai prosedur, menegur pelaku secara halus dan memintanya untuk antre di belakang pelanggan yang sudah datang lebih dulu. Bukannya merasa bersalah, pelaku justru tidak terima dan terpancing emosi.

Perdebatan terjadi, hingga puncaknya pelaku melampiaskan amarahnya dengan meludah ke arah kasir wanita tersebut sebelum meninggalkan lokasi. Aksi ini sontak memancing kemarahan warganet yang menilai tindakan tersebut sangat tidak beradab, apalagi dilakukan oleh seorang yang bergelar pendidik.

Pihak Kampus UIM Buka Suara

Merespons kegaduhan ini, pihak Rektorat Universitas Islam Makassar (UIM) membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah salah satu dosen di kampusnya. Pihak universitas menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perilaku oknum tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai akademisi dan keislaman yang kami junjung,” ujar perwakilan Humas UIM.

Terancam Sanksi Etik Berat

Kampus menegaskan tidak akan tinggal diam. Dosen yang bersangkutan akan segera dipanggil untuk menjalani sidang Komite Etik. Sanksi tegas menanti jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran berat, mulai dari skorsing hingga sanksi administratif lainnya.

Kasus ini menjadi pelajaran keras bahwa gelar akademik yang tinggi tidak menjamin etika dan adab seseorang di ruang publik.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/