JAKARTA – Pemandangan “hutan beton” berupa tiang-tiang monorel yang terbengkalai selama puluhan tahun di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kini tinggal kenangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga memastikan bahwa seluruh tiang sisa proyek mangkrak tersebut telah berhasil dibersihkan. Langkah ini menandai babak baru dalam transformasi estetika kota di kawasan segitiga emas Jakarta.
Pembersihan tiang-tiang beton yang selama ini dianggap merusak pemandangan dan mengganggu kelancaran lalu lintas tersebut merupakan bagian dari proyek besar penataan ruang publik di jalur protokol. Berdasarkan pantauan terkini di lokasi, median jalan yang sebelumnya menyempit akibat fondasi tiang kini tampak lebih luas dan rapi.
Target Rampung Juni 2026
Meski tiang-tiang sudah bersih, pekerjaan belum sepenuhnya usai. Dinas Bina Marga DKI Jakarta saat ini tengah fokus pada tahap pemulihan jalan dan penataan trotoar (pedestrian). Targetnya, seluruh rangkaian penataan Jalan Rasuna Said akan rampung total pada Juni 2026.
Pekerjaan yang sedang dikebut meliputi pengaspalan ulang bekas galian tiang, perbaikan drainase untuk mencegah genangan saat hujan, serta penataan trotoar dengan konsep yang lebih modern dan inklusif. Nantinya, trotoar di sepanjang Rasuna Said akan terintegrasi dengan akses transportasi umum lainnya, seperti halte TransJakarta dan stasiun LRT Jabodebek yang sudah beroperasi.
Dampak Positif bagi Pengguna Jalan
Hilangnya tiang monorel ini disambut antusias oleh para pengguna jalan dan pekerja di kawasan Kuningan. Selama bertahun-tahun, keberadaan tiang tersebut sering kali dikeluhkan karena mempersempit lajur kendaraan, terutama di titik-titik putaran balik (u-turn).
“Dulu kalau lewat sini rasanya sumpek karena tiang beton besar-besar itu. Sekarang pandangan lebih luas, jalanan juga jadi terasa lebih lega. Semoga trotoarnya nanti benar-benar nyaman buat jalan kaki,” ujar salah satu pekerja di kawasan tersebut.
Selain meningkatkan estetika, penataan jalan Rasuna Said ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur lambat dan jalur cepat. Dengan pembersihan hambatan samping, aliran kendaraan diharapkan menjadi lebih lancar, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Sejarah Panjang Proyek yang Mangkrak
Sebagai informasi, tiang-tiang monorel ini merupakan sisa dari ambisi pembangunan transportasi massal berbasis rel pada era 2004 silam. Namun, proyek tersebut terhenti karena berbagai kendala teknis dan finansial, meninggalkan belasan tiang beton yang berdiri diam selama dua dekade lebih.
Kini, dengan komitmen pembersihan total, Jakarta membuktikan keseriusannya dalam membenahi infrastruktur yang terbengkalai. Penataan ini tidak hanya soal keindahan, tetapi juga bentuk pengembalian hak pejalan kaki dan pengguna jalan atas ruang publik yang layak.
Warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi kawasan Rasuna Said selama proses finishing berlangsung hingga Juni mendatang. Pekerjaan pengaspalan dan pemasangan ubin trotoar diperkirakan akan tetap dilakukan tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























