-ilb
Waspada Super Flu Subclade-K: 62 Kasus Dikonfirmasi di Indonesia, Gejala dan Pencegahannya

Jakarta — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengonfirmasi adanya 62 kasus influenza A (H3N2) Subclade-K, atau yang belakangan dikenal masyarakat dengan sebutan “super flu”, di sejumlah wilayah tanah air hingga akhir Desember 2025. Varian ini terdeteksi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dan dilaporkan sudah menyebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Apa Itu Super Flu Subclade-K?
Subclade-K merupakan salah satu cabang mutasi dari virus influenza A tipe H3N2, yang sudah dikenal dalam dunia medis sebagai penyebab flu musiman. Meski disebut super, istilah ini bukan klasifikasi resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau lembaga kesehatan internasional lainnya. Julukan tersebut muncul karena peningkatan kasus yang lebih cepat dari musim flu biasa serta dominasi varian ini dalam infeksi influenza global.

Menurut data Kemenkes, dari 843 spesimen positif influenza yang dianalisis, sekitar 36 persen merupakan subclade-K. Mayoritas kasus di Indonesia juga ditemukan pada kaum perempuan (sekitar 64 persen), sementara kelompok usia anak 1–10 tahun menyumbang proporsi kasus terbesar secara demografis.

Bagaimana Bahayanya Dibanding Flu Biasa?
Ahli kesehatan menilai gejala yang ditimbulkan Subclade-K mirip dengan influenza musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Secara umum, infeksi ini tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan jika dibandingkan dengan flu biasa. Sebagaimana dijelaskan oleh Plt Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, tren kasus influenza di Indonesia bahkan menunjukkan penurunan secara keseluruhan dalam dua bulan terakhir.

Namun, karena kemampuan virus flu untuk bermutasi (termasuk melalui antigenic drift), subclade-K dapat lebih mudah menyebar dan kadang memunculkan gejala lebih berat pada individu yang rentan — terutama anak kecil, lansia, dan mereka dengan kondisi penyerta (komorbid).

Perbandingan Global
Secara global, varian Subclade-K telah terdeteksi di lebih dari 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan negara lain di Asia. Musim flu di beberapa tempat sempat mengalami lonjakan tajam kasus karena varian ini, sehingga menimbulkan tekanan pada fasilitas kesehatan di beberapa wilayah yang mengalami puncak musim dingin.

Upaya Pencegahan yang Disarankan
Kemenkes menegaskan bahwa sejumlah langkah pencegahan klasik tetap merupakan strategi efektif dalam menangkal penyebaran virus influenza, termasuk Subclade-K:

  • Jaga kebersihan tangan dengan mencuci pakai sabun secara rutin.

  • Istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

  • Gunakan masker ketika berada di kerumunan atau saat mengalami gejala flu.

  • Vaksinasi influenza tahunan tetap dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, karena vaksin dapat membantu mengurangi risiko sakit berat dan komplikasi.

Masyarakat juga diminta untuk tetap di rumah ketika sakit, menerapkan etika batuk serta segera menghubungi fasilitas layanan kesehatan jika gejala seperti demam tinggi, sesak napas, atau kondisi yang memburuk terjadi. Meskipun istilah super flu dapat terdengar mengkhawatirkan, berdasarkan data epidemiologi dan penilaian otoritas kesehatan, varian Subclade-K tidak serta-merta lebih berbahaya dibandingkan influenza musiman. Namun, dengan catatan masyarakat harus tetap waspada, menjaga daya tahan tubuh, dan berpartisipasi dalam program imunisasi agar risiko komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/