gedung-bapenda-dki-jakarta-kebakaran-1786149524124_169
Gedung Bapenda DKI Terbakar, Ribuan ASN Disiapkan Skema Kerja dari Rumah

Jakarta – Kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis yang menjadi salah satu lokasi perkantoran sejumlah perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Jumat (7/8/2026) malam. Insiden tersebut membuat Pemprov DKI menyiapkan sejumlah langkah agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan tanpa mengganggu keselamatan aparatur sipil negara (ASN).

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) secara bergantian. Skema tersebut dipersiapkan untuk sekitar 1.000 ASN yang selama ini berkantor di gedung tersebut.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan pengaturan pola kerja sementara masih disiapkan oleh Pemprov DKI. Selain WFH, para pegawai juga dapat diarahkan untuk bekerja dari kantor suku dinas di wilayah kota maupun memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI lainnya.

“Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengaturan kerja sementara melalui skema bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, maupun memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya,” kata Bayu dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Gedung Dinas Teknis Abdul Muis diketahui digunakan oleh sejumlah instansi dan perangkat daerah. Di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, hingga Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Dengan banyaknya pegawai yang berkantor di lokasi tersebut, pengaturan tempat kerja sementara menjadi salah satu perhatian Pemprov DKI. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga aktivitas pemerintahan tetap berjalan sembari proses penanganan pascakebakaran dilakukan.

Pemprov DKI juga memastikan pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan perpajakan, tetap berjalan. Data perpajakan disebut berada dalam kondisi aman karena telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server serta pusat data yang berada di lokasi terpisah dari gedung yang terbakar.

Hal serupa juga berlaku untuk data aset daerah yang dikelola BPAD. Server dan pusat data yang menyimpan informasi tersebut tidak berada di Gedung Abdul Muis sehingga tidak terdampak langsung oleh kebakaran.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada Jumat malam. Informasi awal menyebut titik api diduga berasal dari lantai 11 sebelum kemudian merambat hingga lantai 16 gedung.

Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk menangani kobaran api. Berdasarkan laporan di lokasi, puluhan unit dan personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Hingga proses penanganan berlangsung, petugas juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Dalam insiden tersebut, seorang pekerja yang sempat berada di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Pekerja tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Saat ini, Pemprov DKI masih melakukan penanganan terhadap dampak kebakaran. Pengaturan kerja bagi ASN menjadi bagian dari langkah sementara hingga kondisi gedung memungkinkan untuk kembali digunakan.

Dengan sistem WFH bergantian dan pemanfaatan sejumlah kantor alternatif, Pemprov DKI berupaya memastikan roda pemerintahan tetap berjalan sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk menyelesaikan proses penanganan dan pemeriksaan gedung pascakebakaran.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/