WhatsApp-Image-2025-11-25-at-22.38.12
Kota Bekasi Kekurangan 1.400 Guru, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Ajak Pemkot Lakukan Kolaborasi Cepat

Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi Komisi IV, Ahmadi alias Madong, memanfaatkan momentum peringatan Hari Guru Nasional untuk menyerukan kolaborasi lintas pihak dalam mengatasi krisis tenaga pendidik di Kota Bekasi. Ia mencatat bahwa saat ini kekurangan guru di wilayah tersebut mencapai sekitar 1.400 orang, dan angka itu diperkirakan akan melonjak hingga 2.400 pada 2026 seiring banyaknya guru yang memasuki masa purna bakti.

Menurut Ahmadi, persoalan kekurangan tenaga pendidik bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan tugas bersama antara legislatif dan eksekutif. “Terkait masalah kekurangan guru 1.400, ini menjadi persoalan bersama sebenarnya, bersama antar pemerintah dengan DPRD. Cari solusi bersama, nggak bisa kita dalam bentuk pernegara itu menyelesaikannya sendiri,” tuturnya.

Usulan program magang mengajar

Untuk menangani kondisi itu, Ahmadi mendorong Pemerintah Kota Bekasi segera berbenah dengan mengimplementasikan program magang mengajar bagi mahasiswa pendidikan. Beberapa perguruan tinggi telah bekerja sama dalam program ini, seperti Universitas Islam Maranatha (UNISMA) Bekasi dan Universitas Padjadjaran Bandung, yang menempatkan mahasiswa profesi pendidikan sebagai tenaga pengajar sementara di sekolah-sekolah.

Ahmadi menegaskan bahwa inisiatif tersebut bersifat sementara dan hanya sebagai solusi kreatif atas kekurangan mendesak. Meski demikian, ia menekankan bahwa program tersebut tetap harus sesuai dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sehingga tidak menyalahi aturan yang berlaku. “Mereka fokus membantu di sekolah. Ini langkah kreatif untuk mengatasi kekurangan guru tanpa melanggar aturan Kemendikbud,” ujarnya.

Tantangan ke depan dan harapan

Meski langkah-langkah tersebut mulai terlihat, Ahmadi mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Menurutnya, penambahan guru tetap menjadi keharusan agar kualitas pendidikan di Kota Bekasi tidak terganggu. Ia juga berharap bahwa Pemkot Bekasi dan DPRD bisa segera menyusun roadmap penambahan formasi guru, pelatihan, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik agar profesi guru menjadi pilihan menarik bagi generasi muda.

Adanya celah kekurangan guru berdampak pada beban kerja yang semakin berat bagi guru yang ada, serta berpotensi menurunkan mutu pembelajaran. Jika tidak segera diatasi, generasi baru siswa di Kota Bekasi bisa tertinggal dalam persaingan pendidikan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi pemerintahan daerah, DPRD, perguruan tinggi, dan unsur masyarakat menjadi kunci.

Mendesak dipahami bahwa pada momen Hari Guru Nasional ini, bukan sekadar peringatan ritual, melainkan momentum refleksi dan aksi nyata untuk memperkuat pendidikan daerah. Dengan kekurangan tenaga pendidik yang signifikan di Kota Bekasi—diproyeksikan naik hingga 2.400 guru—kelangsungan mutu sekolah menjadi taruhan bersama. Usulan magang mengajar mahasiswa menjadi solusi sementara, namun penyelesaian struktural jangka panjang diperlukan agar pendidikan di Bekasi bisa berjalan optimal.

(suarakabarmedia/adv)

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/