077312300_1765990369-DCS_3218_Terpeleset_Diseret_Arus_Sungai_Desa_Seles__Afry_Ditemukan_Wafat_Usai_Dua_Hari_Pencarian
Tragedi di Bengkayang: Bocah 6 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai Saat Bermain

Kalimantan Barat — suasana berubah duka setelah seorang bocah lelaki berusia 6 tahun ditemukan meninggal dunia dalam aliran sungai desa setempat pada Rabu (17/12/2025) pagi oleh tim SAR gabungan. Penemuan tersebut menjadi akhir dari upaya pencarian intensif selama dua hari yang dilakukan oleh berbagai pihak sejak korban dilaporkan hilang.

Korban yang diidentifikasi bernama Afry awalnya bermain di pinggir sungai Desa Seles bersama beberapa teman seusianya pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Aktivitas ini merupakan hal yang biasa dilakukan oleh anak-anak setempat, namun malang tak dapat dielakkan ketika Afry diduga terpeleset dan langsung terseret arus air yang cukup deras.

Begitu menyadari kejadian itu, warga sekitar segera melakukan pencarian secara spontan di sepanjang tepian sungai. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga sore hari. Keluarga kemudian memutuskan untuk melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, sehingga proses pencarian dapat ditangani secara profesional dan terkoordinasi.

Operasi pencarian resmi pun dimulai pada Selasa pagi, melibatkan berbagai unsur termasuk Basarnas Pontianak, aparat desa, relawan, serta masyarakat setempat. Mereka melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh hampir tiga nautical mile ke hilir dari titik awal kejadian. Arus yang deras dan kondisi air yang keruh menjadi tantangan besar bagi tim pencari, tetapi itu tidak menghentikan langkah mereka.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, pencarian dilakukan secara sistematis mulai dari permukaan sungai hingga titik-titik yang dianggap strategis untuk menemukan korban. “Kami berupaya keras memaksimalkan setiap petunjuk kecil di lapangan,” ujarnya saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan.

Keberhasilan operasi SAR akhirnya tercapai pada Rabu pukul 11.00 WIB ketika Afry ditemukan sekitar 2,64 nautical mile dari lokasi awal tenggelam. Tim SAR langsung mengevakuasi jasad korban dan menyerahkannya kepada keluarga yang menunggu dengan haru di tepi sungai. Suasana damai berubah menjadi isak tangis ketika jenazah Afry tiba di rumah duka.

Proses evakuasi berlangsung dengan baik, dibantu oleh warga sekitar dan relawan. Setelah diserahkan kepada pihak keluarga, jenazah Afry dibawa untuk dimakamkan sesuai dengan tradisi setempat. Kepala tim SAR kemudian resmi menutup operasi pencarian dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat serta berkontribusi dalam proses tersebut.

Insiden yang menyayat hati ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang dewasa terhadap anak-anak, terutama di sekitar perairan alami seperti sungai yang memiliki arus kuat. Basarnas Pontianak juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam menjaga keselamatan anak saat bermain di area terbuka.

Warga Desa Seles berharap tragedi serupa tidak akan terulang kembali. Mereka menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban dan berharap bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh orang tua agar selalu memperhatikan keselamatan anak di lingkungan yang berpotensi berbahaya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/