Bandung Barat — Warga Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, dibuat geger setelah menemukan sebuah mortir saat sedang menggali tanah di kebunnya. Peristiwa tersebut terjadi pagi tadi, Kamis (18 Desember 2025), ketika salah seorang warga tengah mempersiapkan lahan untuk menanam pohon pisang.
Kejadian berawal sekitar pukul 06.20 WIB, ketika pemilik lahan bernama Hadi (58) secara tidak sengaja menemukan sebuah benda logam besar yang berkarat di kedalaman tanah. Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah besi tua atau rongsokan, namun setelah diamati lebih dekat oleh warga lain, bentuknya yang menyerupai amunisi membuat mereka langsung curiga dan melaporkan penemuan tersebut kepada Ketua RT setempat.
Mendapati laporan itu, Ketua RT dan Bhabinkamtibmas Desa Batujajar Barat segera menghubungi Polsek Batujajar untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Tak lama kemudian, personel kepolisian tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap benda mencurigakan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyimpulkan benda yang ditemukan warga adalah amunisi berbahan logam berkarat yang menyerupai mortir. Kapolsek Batujajar, AKP Asep Saepuloh, S.H., mengatakan bahwa barang temuan itu diperkirakan adalah sisa amunisi dari masa perang era kolonial Belanda. Ia juga menegaskan bahwa mortir tersebut masih berpotensi aktif dan berbahaya jika tidak ditangani oleh tim khusus.
“Kami menduga benda ini masih aktif karena tidak terlihat rusak parah, sehingga berpotensi sangat berbahaya bagi warga sekitar,” ujar Asep saat dikonfirmasi.
Melihat kondisi yang berisiko, petugas segera melakukan tindakan pengamanan di sekitar lokasi penemuan. Area tersebut dipasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat dan memastikan tidak ada yang sengaja atau tidak sengaja menyentuh mortir yang ditemukan. Sementara itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi untuk menguatkan kronologi kejadian.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu terlihat khawatir, terutama karena lokasi kebun tempat mortir ditemukan tidak jauh dari permukiman masyarakat. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera memastikan keselamatan lingkungan setempat dan memberi edukasi terkait temuan benda berbahaya semacam ini.
Tak lama setelah itu, Detasemen Gegana Brimob Polda Jawa Barat dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi mortir tersebut secara profesional. Menurut Asep, proses evakuasi berjalan dengan aman dan tanpa insiden berarti. Saat ini, mortir sudah berhasil diangkut oleh tim Brimob untuk menjalani proses penjinakan dan pemeriksaan lebih lanjut di tempat aman.
Polisi juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar tidak menyentuh benda asing yang ditemukan di lingkungan sekitar, terutama yang mirip dengan amunisi atau bahan peledak. Warga diminta untuk segera melapor kepada aparat desa atau kepolisian terdekat apabila menemukan benda serupa, agar dapat ditangani secara profesional.
Dengan penanganan cepat oleh aparat keamanan dan tim penjinak, potensi bahaya dari penemuan mortir ini dapat diminimalkan dan kondisi di Desa Batujajar Barat kembali aman untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























