KLATEN – Sebuah tragedi memilukan kembali mencoreng dunia pendakian tanah air. Kenekatan tiga orang pemuda yang memaksa mendaki Gunung Merapi secara ilegal berakhir dengan duka mendalam.
Satu dari tiga pendaki tersebut, Aldo Oktawijaya (22), ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang pada Rabu (24/12/2025). Insiden ini menjadi sorotan tajam karena terungkapnya fakta bahwa mereka mendaki dengan perlengkapan yang sangat tidak masuk akal untuk gunung setinggi dan seberbahaya Merapi.
Hanya Modal Sandal Jepit dan Satu Tumbler
Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi dibuat geleng-geleng kepala saat menemukan fakta di lapangan. Ketiga pendaki tersebut diketahui naik tanpa perlengkapan standar pendakian (safety gear).
“Kami temukan fakta persiapan mereka sangat tidak memadai. Bayangkan, ada yang hanya memakai sandal jepit, membawa tas kecil, dan logistik mereka hanya satu buah tumbler (botol minum) untuk diminum bertiga,” ungkap Indiarto, personel Pusdalops BPBD Klaten.
Kondisi ini diperparah dengan status Gunung Merapi yang masih Level III (Siaga), di mana seluruh jalur pendakian resmi telah ditutup total oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) sejak tahun 2018 demi keselamatan nyawa.

Kronologi: Tersesat di Jalur Tengkorak
Berdasarkan keterangan korban selamat (Farhan), petaka bermula saat mereka bertiga nekat naik melalui jalur tikus di Kalitalang pada Sabtu (20/12/2025). Meski sempat mencapai area Pasar Bubrah, masalah muncul saat mereka memutuskan turun melalui jalur yang berbeda, yakni jalur Sapuangin.
Di tengah jalan turun, salah satu rekan mereka (Panji) mengalami kelelahan ekstrem. Farhan dan Aldo memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Nahas, karena buta medan dan tidak membawa alat navigasi, mereka mengambil jalur kiri ke arah Gua Jepang yang dikenal memiliki medan tebing curam.
Farhan sempat terperosok jatuh setinggi 15-20 meter namun berhasil selamat dan mencapai perkampungan untuk melapor. Sementara Aldo terpisah dan hilang kontak.
Ditemukan di Jurang Pronojiwan
Setelah pencarian intensif selama empat hari oleh tim SAR gabungan, jenazah Aldo akhirnya ditemukan di sebuah jurang di area Pronojiwan-Sapuangin. Medan yang sangat terjal membuat proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis dan memakan waktu lama sebelum akhirnya bisa dibawa ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro.
BTNGM kembali menegaskan peringatan keras bahwa Gunung Merapi adalah zona merah yang sangat berbahaya. “Gunung bukan tempat untuk gagah-gagahan atau konten semata. Nyawa taruhannya jika meremehkan alam,” tegas pihak pengelola.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























