penampakan-pembangunan-huntara-di-aceh-tamiang-1767331138149_169
Penampakan Hunian Sementara Pascabencana di Aceh Tamiang: 600 Huntara Siap Ditempati Korban

Aceh Tamiang — Pemerintah bersama jaringan BUMN dan lembaga terkait terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat akibat banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh. Baru-baru ini, sejumlah foto dan progres pembangunan menampilkan kondisi hunian sementara yang kini tengah dipersiapkan untuk segera ditempati warga terdampak bencana.

Sebanyak 600 unit hunian sementara yang disebut Rumah Hunian Danantara ini dibangun dalam waktu sangat singkat dan dijadwalkan akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026. Setelah itu, hunian akan mulai dibagikan kepada warga korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.

Hunian sementara tersebut dibangun di atas lahan yang sebelumnya disiapkan oleh instansi dan pihak perkebunan, termasuk dukungan dari pihak PTPN Group serta BUMN lain yang memasok infrastruktur dasar seperti listrik dan jaringan jalan. Ini merupakan bagian dari upaya sinergi lintas lembaga demi memastikan korban mendapatkan rumah layak secepat mungkin.

Foto-foto perkembangan hunian menunjukkan barisan satu-an bangunan modular yang mulai berdiri rapi, dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti akses listrik gratis, Wi-Fi, musala, toilet komunal, hingga dapur umum dan taman bermain untuk anak-anak. Ini mencerminkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menyediakan tempat tinggal sementara tidak sekadar bangunan, tetapi juga fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari.

Presiden Prabowo Subianto sendiri turun langsung meninjau lokasi pembangunan huntara pada awal Januari 2026, untuk memastikan proses berjalan sesuai rencana dan cepat selesai. Kunjungan tersebut turut didampingi pejabat daerah, Menteri Kabinet, serta pimpinan badan investasi yang menangani pembangunan hunian.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menekankan bahwa penyediaan hunian sementara bagi warga korban bencana adalah prioritas utama agar masyarakat bisa segera kembali menata hidupnya pascabanjir dan longsor. Hal ini menjadi bagian penting dari fase pemulihan pascabencana yang kini terus dikebut pemerintah.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah hunian sementara yang telah dibangun di wilayah Aceh—termasuk Aceh Tamiang—telah mencapai lebih dari 1.000 unit, dengan 600 unit diantaranya merupakan hasil kerja bersama Danantara dan BNPB.

Program pembangunan huntara juga mencakup target yang lebih besar, yakni 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan, tersebar di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan BUMN dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara massif.

Sejumlah warga korban bencana menyambut baik kehadiran hunian tersebut setelah berminggu-minggu tinggal di tenda pengungsian. Hunian sementara ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang layak dan aman untuk memulai kembali aktivitas keluarga mereka sambil menunggu pembangunan rumah permanent selesai dilakukan di kemudian hari.

Fenomena pembangunan huntara di Aceh Tamiang ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor BUMN dalam menangani dampak bencana alam yang dahsyat. Pemerintah berharap bahwa keberadaan hunian ini akan memberikan rasa aman dan stabilitas psikologis bagi warga yang terdampak sehingga mereka bisa lebih cepat bangkit dari bencana.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/