IMG_2017-Copy
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Teman Sekampus Jelang Sidang Skripsi, Rektor Serahkan Kasus ke Polisi

PEKANBARU — Suasana tenang di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mendadak berubah mencekam setelah seorang mahasiswi dibacok oleh rekannya sendiri di dalam kampus, tepatnya di gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Kamis pagi, 26 Februari 2026. Kronologi kejadian ini menggegerkan civitas akademika karena berlangsung menjelang agenda penting akademik mahasiswa tersebut: sidang skripsi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika korban berinisial F (23 tahun) tengah bersiap menghadapi sidang akhir tugas akhirnya. Tiba-tiba, seorang mahasiswa yang dikenal sebagai rekan sekampus berinisial R (21 tahun) datang dari belakang dan tanpa diduga langsung menyerangnya dengan senjata tajam berupa kapak dan parang. Aksi pembacokan yang berlangsung di lantai dua tersebut membuat suasana kampus langsung panik.

Saksi mata yang berada di sekitar lokasi menyebutkan bahwa pelaku sempat melayangkan beberapa sabetan kapak ke arah korban yang tengah menunggu giliran sidangnya. Dalam keadaan yang mengkhawatirkan, korban terluka parah di bagian kepala dan lengan, hingga terjatuh bersimbah darah. Banyak mahasiswa dan staf yang awalnya tidak berani mendekat karena pelaku masih membawa senjata tajam.

Beruntung, petugas keamanan kampus dan mahasiswa lain segera bereaksi dan berhasil mengamankan pelaku sebelum melemparkan serangan lanjutan. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian setempat, yakni Polsek Bina Widya, berikut barang bukti senjata berupa kapak dan parang.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan bahwa korban kini telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru dan kondisinya dilaporkan stabil. Luka bacok yang diderita cukup serius namun korban tidak dalam kondisi kritis.

Penyelidikan awal oleh polisi juga menunjukkan bahwa pelaku telah berniat melakukan pembacokan, dengan membawa senjata tajam dari luar kampus saat menyerang korban. Motif awal kejadian diduga berkaitan dengan rasa dendam dan sakit hati, meskipun aparat masih mendalami keterkaitan motif tersebut dengan hubungan pribadi antara pelaku dan korban.

Menanggapi insiden ini, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, melalui perwakilan kampus mengecam keras tindakan kriminal yang terjadi di lingkungan kampus. Pihak rektorat menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum, terutama yang terjadi di tengah aktivitas akademik mahasiswa.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Harris Siamaremare, MT., pihak kampus juga memberikan dukungan penuh kepada korban beserta keluarganya. Universitas berjanji menyesuaikan administrasi akademik korban agar tidak membebani proses studi maupun masa pemulihannya pascakejadian tersebut.

Lebih lanjut, rektorat menyerahkan seluruh proses penanganan hukum kepada aparat kepolisian dan berharap proses itu dapat berjalan transparan serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Civitas akademika juga diimbau tetap tenang dan menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial.

Kejadian pembacokan ini tidak hanya menjadi pukulan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi dunia pendidikan mengenai pentingnya pengendalian emosi, keamanan kampus, serta perlunya dukungan psikososial bagi mahasiswa. Aparat dan kampus kini terus memantau perkembangan kasus ini, sambil memastikan pelaku akan diproses secara hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/