POLEWALI MANDAR – Kondisi infrastruktur di jalur vital Lintas Barat Sulawesi kini tengah menjadi sorotan tajam. Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Jalan Trans Sulawesi yang terletak di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kerusakan parah berupa amblasnya badan jalan. Titik kerusakan ini dinilai sangat krusial lantaran berada di area yang rawan longsor, sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (27/2/2026), amblasnya jalan ini memakan sebagian bahu jalan utama yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Barat dengan Sulawesi Selatan. Penurunan permukaan tanah disinyalir dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah Polman dalam beberapa pekan terakhir, yang mengakibatkan struktur tanah di bawah aspal menjadi labil dan tergerus aliran air.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar, mengingat arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mulai meningkat dalam waktu dekat. Jalur Trans Sulawesi di Polman merupakan urat nadi transportasi logistik dan penumpang yang sangat padat. Jika tidak segera ditangani, amblasnya jalan ini berpotensi menyebabkan putusnya akses transportasi atau bahkan kecelakaan fatal jika terjadi longsor susulan saat kendaraan berat melintas.
Warga setempat melaporkan bahwa retakan di badan jalan terus melebar setiap kali hujan deras turun. “Kami khawatir kalau malam hari atau saat hujan lebat, pengendara yang tidak hafal medan bisa terperosok, apalagi penerangan di titik tertentu masih minim,” ujar salah seorang warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.
Pemerintah daerah bersama dinas terkait dikabarkan telah meninjau lokasi untuk memetakan tingkat kerusakan. Langkah darurat berupa pemasangan tanda peringatan dan pembatas jalan sementara telah dilakukan guna mengarahkan kendaraan agar tidak melintas terlalu menepi di area yang amblas.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pengendara, terutama sopir truk ekspedisi dan bus antarkota, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur Polman. Kecepatan kendaraan diharapkan dikurangi dan dilarang berhenti di bahu jalan yang mengalami keretakan guna meminimalisir beban tekanan pada tanah.
Mengingat waktu yang semakin mepet menuju hari raya, masyarakat mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk segera melakukan perbaikan permanen atau minimal penguatan struktur jalan (talud). Kelancaran arus mudik di wilayah Sulawesi Barat sangat bergantung pada kesiapan jalur Polman ini sebagai pintu masuk utama.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi tersebut masih diberlakukan sistem buka-tutup secara situasional jika terdapat kendaraan besar yang melintas bersamaan. Para pemudik disarankan untuk terus memantau informasi terkini mengenai kondisi jalan dan mempertimbangkan waktu keberangkatan guna menghindari penumpukan kendaraan di titik rawan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Polman juga diharapkan dapat menyiagakan alat berat di titik-titik rawan longsor sepanjang jalur Trans Sulawesi untuk mengantisipasi keadaan darurat selama periode angkutan Lebaran 2026. Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi saat ini.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























