Jakarta – Pernyataan tak biasa datang dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan yang menyebut dirinya siap “mencium lutut” Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi apabila pembangunan jalan senilai Rp6 triliun bisa direalisasikan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ucapan tersebut disampaikan Krisantus sebagai bentuk kekaguman sekaligus tantangan terhadap kemampuan Dedi Mulyadi yang dikenal aktif membangun infrastruktur di Jawa Barat. Ia menilai pembangunan jalan dengan nilai jumbo seperti itu bukan perkara mudah jika hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah.
Krisantus menjelaskan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Barat sangat besar. Provinsi ini memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang cukup menantang, sehingga membutuhkan dukungan anggaran yang sangat besar dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, hingga kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut bahwa nilai kebutuhan pembangunan jalan di Kalbar bisa mencapai Rp6 triliun. Angka tersebut dinilai terlalu berat jika harus sepenuhnya ditanggung melalui APBD provinsi tanpa dukungan pemerintah pusat. Oleh karena itu, Krisantus menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tetap menjadi kunci dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
Pernyataan “cium lutut” yang ia lontarkan sebenarnya merupakan ungkapan simbolis yang mencerminkan rasa hormat sekaligus apresiasi jika ada kepala daerah yang mampu membangun jalan dengan anggaran sebesar itu tanpa bantuan APBN. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan sebagai bentuk ekspresi kekaguman atas kemampuan manajemen anggaran daerah.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi salah satu fokus pemerintah daerah di berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat yang selama ini dikenal cukup agresif dalam pembangunan. Banyak daerah berlomba meningkatkan konektivitas demi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik.
Krisantus menilai, keberhasilan pembangunan jalan akan memberikan dampak besar bagi Kalimantan Barat. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, jalan yang baik juga akan memperlancar distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.
Ia berharap ke depan ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting agar pembangunan tidak berjalan lambat, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis seperti Kalimantan Barat.
Pernyataan Krisantus pun menjadi sorotan publik karena dianggap unik dan menarik perhatian. Namun di balik ungkapan tersebut, terdapat pesan serius mengenai besarnya kebutuhan anggaran pembangunan daerah serta pentingnya strategi pendanaan yang tepat agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan optimal.
Dengan kebutuhan anggaran yang sangat besar, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi pendanaan terbaik. Harapannya, pembangunan jalan di Kalimantan Barat dapat terealisasi secara bertahap demi mendukung kemajuan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























