009955900_1742775107-turki
Mimpi Piala Dunia Berakhir! Tiga Negara Ini Dipastikan Angkat Koper Lebih Cepat dari Turnamen

Jakarta – Persaingan di Piala Dunia 2026 semakin memanas seiring mulai bermunculannya tim-tim yang dipastikan tersingkir dari fase grup. Meski format baru turnamen memberi kesempatan lebih besar dengan 48 peserta dan babak 32 besar, tidak semua negara mampu memanfaatkan peluang tersebut. Hingga 21 Juni 2026, setidaknya tiga tim telah dipastikan gagal melanjutkan perjalanan mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.

Ketiga negara yang harus mengakhiri mimpi mereka lebih cepat adalah Haiti, Turki, dan Tunisia. Hasil-hasil buruk yang mereka alami dalam dua pertandingan awal membuat peluang lolos ke fase gugur tertutup secara matematis, meskipun masih menyisakan satu pertandingan grup.

Haiti Jadi Tim Pertama yang Tersingkir

Haiti mencatatkan rekor yang tidak diinginkan sebagai tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026. Wakil Karibia tersebut harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-3 dalam laga kedua grup. Kekalahan itu membuat Haiti tidak mampu mengejar perolehan poin para pesaingnya sehingga dipastikan finis di posisi terbawah grup.

Meski gagal lolos, keberhasilan Haiti tampil di Piala Dunia 2026 tetap menjadi pencapaian bersejarah. Ini merupakan salah satu partisipasi langka mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi dunia dan menjadi pengalaman berharga bagi generasi pemain saat ini.

Turki Tersingkir karena Aturan Baru FIFA

Nasib serupa dialami Turki yang harus mengubur impian melangkah ke babak berikutnya setelah kalah 0-1 dari Paraguay. Kekalahan tersebut membuat Turki tidak lagi memiliki peluang untuk menyalip dua tim di atasnya. Yang menarik, tersingkirnya Turki juga dipengaruhi oleh aturan baru FIFA terkait penentuan peringkat grup.

Dalam format terbaru, rekor pertemuan langsung atau head-to-head menjadi penentu utama apabila tim memiliki jumlah poin yang sama. Karena Turki kalah dari tim-tim yang bersaing langsung di atas mereka, posisi klasemen tidak mungkin lagi diperbaiki meskipun berhasil memenangkan laga terakhir grup.

Keputusan FIFA menggunakan sistem tersebut memang menimbulkan berbagai perdebatan. Namun aturan itu sudah diterapkan sejak awal turnamen dan berlaku bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Tunisia Menjadi Korban Berikutnya

Tunisia menjadi negara ketiga yang dipastikan tersingkir. Wakil Afrika Utara tersebut mengalami perjalanan yang sangat berat sejak laga pembuka. Mereka dihajar Swedia dengan skor telak 1-5 sebelum kembali kalah 0-4 saat menghadapi Jepang. Dua kekalahan besar itu membuat Tunisia tidak mampu lagi mengejar para pesaingnya di Grup F.

Situasi Tunisia bahkan sempat memanas setelah federasi sepak bola mereka memecat pelatih Sabri Lamouchi usai kekalahan dari Swedia dan menggantikannya dengan Hervé Renard. Namun pergantian pelatih tersebut tidak mampu mengubah nasib tim yang akhirnya harus tersingkir lebih cepat.

Kekalahan dari Jepang sekaligus memastikan Tunisia menjadi salah satu tim pertama yang gagal melaju ke babak 32 besar. Mereka kini hanya menyisakan satu pertandingan formalitas sebelum pulang dari turnamen.

Persaingan Masih Berlanjut

Sementara tiga negara sudah dipastikan tersingkir, sejumlah tim lain masih berjuang memperebutkan tiket menuju babak 32 besar. Dengan format baru yang memberi kesempatan kepada delapan peringkat ketiga terbaik untuk lolos, persaingan diperkirakan akan berlangsung hingga laga terakhir fase grup.

Bagi Haiti, Turki, dan Tunisia, Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran berharga sekaligus pengingat bahwa persaingan di level tertinggi sepak bola dunia semakin ketat. Kini fokus mereka akan beralih pada proses evaluasi dan persiapan menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/