lumpur-pascabencana-dibersihkan-alat-berat-dikerahkan-di-aceh-tenggara-1766371918395_169
Berjibaku Lawan Lumpur! Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Sisa Banjir Bandang di Aceh Tenggara

ACEH TENGGARA – Masa tanggap darurat pascabencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara kini memasuki fase pemulihan fisik. Meski air bah telah surut, tantangan berat masih tersisa: endapan lumpur tebal yang menyelimuti permukiman dan akses jalan utama.

Pada Senin (22/12/2025), suara deru mesin alat berat terdengar mendominasi suasana di lokasi terdampak. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan sejumlah ekskavator dan loader untuk menyingkirkan material material sisa bencana tersebut.

Lumpur Setinggi Lutut Tutup Akses

Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Material lumpur bercampur kayu gelondongan dan bebatuan sisa banjir bandang menumpuk di badan jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga. Di beberapa titik, ketebalan lumpur bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat mustahil melintas tanpa bantuan.

“Kalau pakai cangkul (manual) saja tidak akan selesai seminggu. Makanya alat berat kita turunkan full team hari ini untuk membuka isolasi jalan dulu,” ujar salah satu petugas BPBD di lokasi.

Gotong Royong TNI-Polri dan Warga

Proses pembersihan ini tidak hanya mengandalkan mesin. Di sela-sela manuver alat berat, terlihat ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan masyarakat bergotong royong membersihkan sisa lumpur yang menempel di dinding sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Penyemprotan air bertekanan tinggi dari mobil pemadam kebakaran (Damkar) juga dilakukan untuk membilas jalanan agar tidak licin dan membahayakan pengguna jalan saat nanti dibuka kembali.

Target Normalisasi Secepatnya

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menargetkan pembersihan fasilitas vital dan jalan poros nasional dapat rampung dalam waktu sesingkat-singkatnya agar roda perekonomian warga yang sempat lumpuh total bisa kembali berputar.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang bisa memicu pergerakan tanah kembali, mengingat kondisi tanah yang masih labil.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/