maduro-venezuela-tribunmedan1
Dunia Memanas! AS Tangkap Presiden Venezuela, Rusia dan China Mengamuk: "Ini Penculikan Politik!"

MOSKOW/BEIJING – Langkah nekat Amerika Serikat (AS) yang melakukan operasi penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, memicu gelombang kejut diplomatik di seluruh dunia. Aksi yang dianggap Washington sebagai penegakan hukum atas tuduhan perdagangan narkoba (narco-terrorism) ini, justru dianggap sebagai “deklarasi perang” terhadap kedaulatan negara oleh sekutu Venezuela.

Dua kekuatan besar dunia, Rusia dan China, langsung mengeluarkan reaksi keras dan peringatan serius kepada Gedung Putih tak lama setelah kabar penangkapan tersebut tersiar.

Rusia: “Ini Adalah Gangsterisme Internasional”

Kremlin, melalui juru bicaranya, tidak menahan diri dalam melontarkan kecaman. Moskow menyebut tindakan AS sebagai bentuk “gangsterisme internasional” dan pelanggaran mencolok terhadap norma hukum diplomatik yang melindungi kepala negara aktif.

“Menangkap seorang Presiden yang sah dan terpilih dari sebuah negara berdaulat adalah tindakan barbar. Ini bukan penegakan hukum, ini adalah penculikan politik (political kidnapping) yang bisa menghancurkan tatanan keamanan global,” tegas perwakilan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia memperingatkan bahwa preseden ini sangat berbahaya. Jika AS bisa menangkap pemimpin negara lain sesuka hati, maka tidak ada satu pun negara di dunia yang aman dari intervensi Washington.

China: Langgar Piagam PBB

Senada dengan Moskow, Beijing juga menyuarakan penolakan keras. Pemerintah China mendesak AS untuk segera membebaskan Maduro dan menghormati Piagam PBB yang menjunjung tinggi prinsip non-intervensi.

“China menentang keras segala bentuk yurisdiksi lengan panjang (long-arm jurisdiction) yang diterapkan AS. Tindakan sepihak ini hanya akan memicu kekacauan baru di Amerika Latin dan merusak stabilitas pasar energi global,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

China, yang memiliki investasi besar di sektor minyak Venezuela, melihat langkah AS ini sebagai upaya terselubung untuk menguasai cadangan minyak terbesar di dunia tersebut dengan cara mengganti rezim (regime change) secara paksa.

Potensi Eskalasi Konflik

Penangkapan Maduro dikhawatirkan akan memicu konflik bersenjata di kawasan Karibia. Militer Venezuela telah menyatakan siaga penuh dan bersumpah setia kepada pemimpin mereka. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan menggelar sidang darurat atas permintaan Rusia untuk membahas “agresi” Amerika Serikat ini.

Dunia kini menahan napas, menanti apakah insiden ini akan berujung pada konfrontasi militer terbuka atau penyelesaian diplomatik yang alot.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/