DEPOK – Keberadaan seekor buaya yang menghuni area lingkungan SMAN 5 Depok kini menjadi perhatian serius. Pihak sekolah secara resmi telah meminta bantuan kepada pihak berwenang untuk melakukan evakuasi terhadap buaya sepanjang 1,5 meter yang akrab disapa “Lisa” tersebut. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi bahaya yang mengancam keselamatan para siswa dan warga sekolah lainnya.
Meski selama ini keberadaannya dianggap sebagai bagian dari lingkungan sekolah, pertumbuhan ukuran tubuh Lisa yang semakin besar mulai menimbulkan kecemasan.
Lisa, Sang Buaya yang Mulai Membesar
Buaya jenis muara ini dilaporkan telah berada di area tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun, seiring berjalannya waktu, ukurannya yang kini mencapai 1,5 meter dinilai sudah tidak lagi aman untuk berada di area yang bersinggungan langsung dengan aktivitas remaja sekolah.
Beberapa poin yang melandasi permintaan evakuasi oleh SMAN 5 Depok meliputi:
-
Faktor Keamanan: Lokasi kandang atau tempat tinggal buaya tersebut dinilai terlalu dekat dengan jalur aktivitas siswa.
-
Risiko Agresivitas: Sebagai hewan predator, sifat alami buaya sulit diprediksi, terutama saat memasuki fase dewasa.
-
Kekhawatiran Orang Tua: Pihak sekolah menerima masukan dari para orang tua murid yang merasa was-was akan keselamatan anak-anak mereka saat berada di lingkungan sekolah.

Langkah Koordinasi dengan Petugas Terkait
Menanggapi permintaan tersebut, pihak sekolah telah menjalin komunikasi dengan tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Evakuasi direncanakan akan dilakukan dengan prosedur keamanan yang ketat agar tidak menyakiti satwa sekaligus menjamin keamanan petugas di lapangan.
“Kami mengutamakan keselamatan siswa di atas segalanya. Meski buaya ini sudah lama di sini, namun dengan ukurannya sekarang, evakuasi adalah langkah paling bijak sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap perwakilan sekolah, Kamis (22/1/2026).
Pentingnya Edukasi Penanganan Satwa Liar
Kejadian di SMAN 5 Depok ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memahami habitat asli satwa predator. Memelihara atau membiarkan satwa liar berada di tempat umum tanpa pengawasan ahli sangat berisiko, baik bagi manusia maupun bagi kesejahteraan satwa itu sendiri.
Nantinya, setelah berhasil dievakuasi, Lisa diharapkan dapat dipindahkan ke tempat penangkaran yang lebih layak atau habitat yang lebih terkontrol di bawah pengawasan BKSDA. Warga sekolah diimbau untuk tetap tenang dan menjauhi area sekitar buaya hingga proses evakuasi selesai dilaksanakan sepenuhnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























