menteri-energi-dan-sumber-daya-mineral-esdm-bahlil-lahadalia-cnbc-indonesiaemir-yanwardhana-1763463647735_169
Tok! Proyek Raksasa 'Pengganti LPG' Mulai Dibangun Bulan Ini, Bahlil: Kita Tekan Impor Gila-gilaan!

JAKARTA – Pemerintah Indonesia di bawah komando Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menabuh genderang perang melawan tingginya impor gas.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membawa kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan di awal tahun. Ia memastikan bahwa proyek strategis nasional yang digadang-gadang sebagai “Pengganti LPG” akan resmi mulai dibangun (groundbreaking atau konstruksi fisik) pada bulan Januari 2026 ini.

Selamat Tinggal Ketergantungan Impor

Proyek yang dimaksud kemungkinan besar adalah proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME). Bahlil menegaskan bahwa langkah ini sudah tidak bisa ditawar lagi mengingat beban subsidi LPG 3 Kg yang terus membengkak setiap tahunnya dan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita tidak bisa terus-terusan impor LPG. Devisa kita tergerus, subsidi jebol. Bulan ini (Januari 2026) kita mulai bangun pabriknya. Ini komitmen hilirisasi,” tegas Bahlil dengan nada optimis.

Selama ini, mayoritas kebutuhan LPG rumah tangga Indonesia dipenuhi dari impor. Dengan adanya proyek pengganti ini, Indonesia akan memanfaatkan kekayaan alam sendiri (batubara kalori rendah) untuk diolah menjadi gas yang bisa digunakan untuk memasak.

Lokasi dan Target Operasi

Meskipun detail teknis lokasi spesifik dalam pernyataan terbarunya belum dijabarkan secara rinci, proyek DME utama Indonesia sebelumnya direncanakan berpusat di Sumatera Selatan (Tanjung Enim). Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat dikebut sehingga dalam beberapa tahun ke depan, produk DME sudah bisa disuntikkan ke pasar sebagai pendamping atau pengganti LPG.

Apakah Masyarakat Perlu Ganti Kompor?

Isu ini tentu memicu pertanyaan di kalangan emak-emak dan pelaku UMKM: Apakah nanti harus ganti kompor?

Pemerintah sebelumnya telah melakukan kajian teknis. Penggunaan DME nantinya dirancang agar kompatibel atau hanya memerlukan sedikit penyesuaian (adjustment) pada infrastruktur kompor yang ada, sehingga tidak menyusahkan rakyat kecil. Tujuannya adalah substitusi energi yang seamless (mulus), murah, dan ramah di kantong negara maupun rakyat.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/