31924-wakil-kepala-badan-gizi-nasional-bgn-nanik-sudaryati-deyang
Waka BGN Tegaskan Aturan Main: SPPG Tidak Akan Paksa Siswa yang Libur untuk Ambil Makan Siang ke Sekolah

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memberikan klarifikasi untuk menenangkan kekhawatiran orang tua dan siswa terkait teknis penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—unit yang bertugas memasak dan mendistribusikan makanan—akan bekerja dengan prinsip fleksibilitas dan tidak kaku.

Tidak Ada Kewajiban Saat Libur

Poin utama yang disampaikan adalah mengenai nasib jatah makan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) ditiadakan alias libur sekolah. Waka BGN memastikan bahwa tidak ada aturan yang mewajibkan atau memaksa siswa untuk tetap datang ke sekolah hanya demi mengambil paket nasi kotak.

“Prinsipnya kita melayani, bukan membebani. Jika sekolah libur dan siswa berada di rumah, SPPG tidak akan memaksa mereka bolak-balik ke sekolah hanya untuk mengambil makanan,” ujar Waka BGN dalam keterangannya.

Kebijakan ini diambil untuk menghindari inefisiensi dan kerepotan logistik, baik bagi pihak sekolah, penyedia makanan, maupun siswa itu sendiri.

Menyesuaikan Kalender Pendidikan

SPPG di setiap wilayah nantinya akan berkoordinasi ketat dengan pihak sekolah terkait kalender akademik. Produksi makanan akan disesuaikan dengan jumlah siswa yang hadir (berbasis kehadiran/absensi).

Jika hari libur nasional atau libur semester, operasional distribusi ke sekolah akan disesuaikan atau ditiadakan sementera untuk segmen siswa, agar anggaran negara tepat sasaran dan tidak ada makanan yang terbuang (food waste) karena tidak diambil pemiliknya.

Fokus Gizi Tanpa Paksaan

Pernyataan ini meluruskan simpang siur sebelumnya yang sempat menyebutkan opsi delivery atau kewajiban pengambilan makanan. BGN menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah perbaikan gizi anak sekolah saat mereka beraktivitas belajar, serta kelompok rentan lainnya (ibu hamil/menyusui) dengan mekanisme yang berbeda.

Dengan demikian, para orang tua tidak perlu cemas anaknya harus “absen” ke sekolah saat tanggal merah hanya untuk urusan makan siang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/