BANDUNG BARAT — Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Jawa Barat) masih terus berlangsung meskipun cuaca ekstrem dan medan yang sulit menjadi kendala utama bagi tim penyelamat. Hingga saat ini, 17 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan warga lain masih dalam pencarian dan proses evakuasi.
Peristiwa tanah longsor besar terjadi pada Sabtu dini hari (24 Januari 2026), sekitar pukul 02.30 WIB, yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi berkepanjangan di kawasan perbukitan Pasirlangu. Longsoran lumpur dan material tanah menghantam permukiman di kawasan Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, mengubur rumah dan menimbun jalan dengan material berat.
Korban Tewas & Proses Identifikasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi total 17 korban meninggal akibat bencana longsor ini. Sebagian jenazah yang berhasil dievakuasi telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi. Sebanyak 11 jenazah telah teridentifikasi, sedangkan sisanya masih dalam pemeriksaan identitas.
Petugas DVI terus bekerja siang dan malam untuk mencocokkan data ante-mortem dengan bukti forensik, termasuk sidik jari dan data dental para korban. Dari hasil sementara, keluarga korban secara bertahap menerima informasi dan jenazah telah mulai diserahkan untuk dimakamkan sesuai prosedur.
Kondisi Medan & Cuaca Hambat Evakuasi
Operasi SAR (Search and Rescue) belum berhenti meskipun kondisi medan yang tidak bersahabat sangat mempersulit kerja tim. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, hujan lebat yang kembali turun menyebabkan tanah tetap labil, sehingga penyelamatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati guna menghindari longsoran susulan yang bisa membahayakan tim.
Peralatan berat sempat tertunda masuk ke lokasi bencana akibat kondisi tanah yang tidak stabil. Namun tim SAR tetap mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk relawan lokal, Basarnas (Badan SAR Nasional), TNI, Polri, serta alat deteksi korban untuk menemukan para warga yang masih tertimbun.
Warga Terdampak & Tanggapan Pemerintah
Menurut laporan, sekitar 113 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK) diperkirakan terdampak langsung oleh longsor ini; sebagian sudah dievakuasi ke titik aman, sementara puluhan lainnya masih belum ditemukan dan dianggap hilang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Wakil Gubernur menyatakan bahwa seluruh unsur pemerintahan terlibat aktif dalam pencarian. Mereka juga menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga serta pemulihan kawasan terdampak. Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jabar, memastikan bahwa operasi akan terus dilanjutkan sampai semua korban ditemukan.
Selain itu, pemerintah daerah kini juga mulai mengkaji titik relokasi bagi warga yang rumahnya rusak berat atau berada di zona rawan longsor. Langkah ini direncanakan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang, terutama menjelang musim hujan yang masih berlangsung.
Seruan & Imbauan
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem. Mereka juga menekankan pentingnya relokasi bagi warga yang tinggal di lereng atau bawah bukit yang rentan longsor.
Operasi pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua menjadi salah satu tragedi bencana alam terbesar di awal tahun 2026, dan proses evakuasi serta pemulihan daerah ini diperkirakan akan terus berjalan dalam beberapa hari mendatang seiring upaya keras tim SAR di lapangan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























